Antisipasi 10 Tahun Mendatang

Media : INDOPOS | Wartawan : sar | Jumat, 15 November 2013  | 14:04 WIB

JAKARTA-Menteri Badan Usaha Milik Negeri (BUMN) Dahlan Is-kan menegaskan pembangunan jalan tol di atas laut Jakarta-Surabaya mendesak dikerjakan. Sebab, perbandingan antara pertumbuhan jalan tidak sebanding dengan pertumbuhan laju kendaraan yang kian pesat. Menurut mantan dirut PLN ini, pembangunan jalan tol yang terinspirasi dari jalan tol di atas laut Bali tersebut dilakukanbukan untukkebutuhan sekarang, melainkan 10 tahun mendatang. "Saya berharap diizinkan, apakah betul jalan tol yang di darat bisa selesai segera? Ini berpikir 10 tahun ke depan. Apakah 1 tol bisa menampung kendaraan yang terus tumbuh seperti itu. Lihat saja Cikampek seperti itu padatnya. Apakah bisa buat tol lagi di darat," ucapnya kepada wartawan usai menggelar rapat pimpinan BUMN di Jakarta kemarin (14/11).

 

Pada masa mendatang, dirinya menilai pembangunan tol baru di darat bakal susah dilakukan. Salah satunya kendalanya yaitu terletak pada pembebasan lahan. Oleh karena itu, sebagai solusi tercepat dan terbaik adalah dengan melalaikan pembangunan tol di atas laut. Karena dibangun keroyokan, sekitar 19 BUMN, Dahlan optimistis tidak akan mengganggu keuangan negara. Ini mengaca pembangunan tol di atas laut Bali, yang semuanya dilakukan tanpa menggunakan dana dari APBN.”Urgensinya tinggi dan pragmatis. Tidak mengganggu keuangan negara," paparnya. Kendati demikian, dia tidak akan memaksa jika memang proyek yang rencananya bakal menelan dana sekitar Rp 150 triliun itu tidak mendapatkan izin dari pemerintah. "Kalau memang enggak feasible jangan dilakukan, terserah yang punya izin,” tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Pekerjaan

 

Umum (PU) Djoko Kirmanto menilai ide pembangunan jalan tol atas laut tersebut merupakan ide yang bagus. Kementerian PU akan mendukung dan mempersilakan kepada konsorsium BUMN tersebut untuk melaksanakan proyek tersebut, baik secara keseluruhan maupun dilakukan secara terpotong-potong. Akan tetapi, untuk kelanjutannya, konsorsium BUMN itu, sambung dia, harus cepat membuat studi kelayakan dan amdal. Saat ini, proses studi kelayakan jalur tol tersebut dalam proses. Rencananya dalam waktu 6 bulan, studi kelayakan tersebut bakal rampung. (sar)