Hasil Pileg Jadi Pegangan Pencapresan

Media : MEDIA INDONESIA | Wartawan : */P-2 | Selasa, 04 Maret 2014  | 11:21 WIB

INTERNAL PDIP dikabarkan sudah final mencalonkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden dan akan dideklarasikan sebelum pemilu legislatif. Bila dilaksanakan secara konsisten, strategi tersebut dinilai tepat karena dapat memberikan keuntungan pula bagi caleg PDIP. Menurut pengamat politik dari Universitas Indonesia Hamdi Muluk, penentuan capres dari sebuah partai memang seharusnya sejak jauh-jauh hari agar para pemilih mendapat gambaran jelas. “Partai besar seperti PDIP kan juga gamang. Masyarakat jadi tidak sabar. Kalau capresnya hebat, kan yakin partainya bagus. Itu ada kaitannya,” ujar Hamdi di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

 

Menurut Hamdi, bila PDIP tak mengumumkan capres sebelum pileg, pemilih akan semakin ragu. “Dengan terus menyimpan, masyarakat jadi ragu; ini serius atau tidak. Kok kami digantung?” pungkasnya. Di tempat terpisah, sikap Partai Gerindra yang belum memutuskan figur cawapres pendamping Prabowo Subianto dalam Pilpres 2014 menimbulkan spekulasi oleh berbagai pihak. Beberapa nama disebutkan akan menjadi cawapres Prabowo. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, mengatakan partainya masih menunggu hasil pileg sebelum menetapkan pasangan capres dan cawapres.

 

“Yang jelas kami terus menjalin komunikasi yang baik dengan banyak pihak. Memang banyak aspirasi dari masyarakat terkait dengan tokoh yang diusulkan untuk mendampingi Prabowo, seperti ada yang mengusulkan Hatta Rajasa, Ahmad Heryawan, Mahfud MD, dan Tri Rismaharini. Tentunya aspirasi dari masyarakat menjadi masukan bagi kami,” tutur Fadli Zon. Gerindra, menurut Fadli, terbuka pada siapa pun tokoh yang siap untuk berjuang bersama untuk mewujudkan perubahan. “Siapa pun tokoh punya peluang yang sama untuk menjadi cawapres Prabowo, termasuk di antaranya Ahok. Saya menilai beliau punya potensi. Gaya kepemimpinannya yang tegas serta kinerjanya yang baik tentu sangat dibutuhkan untuk mewujudkan perubahan,” ujarnya. Diakui, saat ini fokus Gerindra ialah memenangi pemilu legislatif dengan target perolehan suara di atas 20% agar bisa mengusung pasangan capres dan cawapres sendiri. “Oleh karena itu, seluruh elemen partai harus bekerja keras untuk mewujudkan hal tersebut,” pungkas Fadli. (*/P-2)