Usai Diluncurkan, Penumpang Serbu Tiket Kereta Api Jayabaya

Media : RAKYAT MERDEKA | Wartawan : KPJ | Senin, 20 Oktober 2014  | 12:56 WIB

Masyarakat sangat antusias menyambut moda transportasi kereta api baru. Hal tersebut terlihat dari ludesnya penjualan tiket kereta api baru Jayabaya yang melayani rute Jakarta-Malang. Rangkaian kereta ini diklaim paling lengkap karena menyediakan fasilitas bagi penyandang cacat alias difabel. PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) meluncurkan rangkaian kereta api (KA) Jayabaya kelas ekonomi jurusan Pasar Senen-Malang PP. KAI meluncurkan dua trainset atau rangkaian KA Jayabaya. Rangkaian pertama diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen Jakarta dan rangkaian kedua diberangkatkan dari Stasiun Malang Jawa Timur di hari yang sama. Kereta Jayabaya ini buatan PT INKA (Persero) Madiun, Jawa Timur. Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan mengatakan, peluncuran kereta api ini untuk memenuhi permintaan masyarakat yang tinggi terhadap moda transportasi kereta api khususnya untuk relasi Jakarta-Malang PP. “Selama ini hanya dilayani oleh empat KA yaitu KA Matarmaja, KA Majapahit untuk kelas ekonomi dan KA Gajayana dan Bima untuk kelas eksekutif,” kata Jonan saat meluncurkan KA Jayabaya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, kemarin.

 

Selain itu, dia juga menyebutkan kereta baru ini merupakan bagian dari revitalisasi armada. “Jadi, nanti ada 160 lebih kereta baru. Ini dimaksudkan untuk mengganti secara bertahap kereta-kerera jarak menengah dan jauh yang usianya sudah 45 tahun. Penggantiannya dimulai dari tahun ini sampai tahun 2020,” ujarnya. Dia menuturkan, jika dilihat dari model kereta apinya, model baru dari kereta api ini terletak pada warna yang ditampilkan untuk rangkaian keretanya. Warna putih mendominasi bagian tubuh kereta, sedangkan untuk lokomotifnya warna putih oranye mendominasi. “Nanti secara bertahap akan sama semua bodinya dan kereta ini hanya dibagi dua kelas, yaitu ekonomi dan eksekutif. Yang membedakan adalah jumlah kursi dan bentuk kursi, bodinya semua sama,” tuturnya. Meskipun ini kereta ekonomi, lanjut Jonan, terdapat fasilitas baru seperti seat khusus bagi penyandang cacat (difabel), toilet bersih hingga pendingin udara. “Untuk fasilitas lain, sama seperti KA yang lain yaitu fasilitas AC, charger listrik di masing-masing tempat duduk serta desain interior yang lebih bagus,” jelasnya.

 

KA Jayabaya menggunakan rangkaian baru dengan jarak antar tempat duduk yang relatif lebih luas daripada KA ekonomi biasa. Dengan jumlah tempat duduk sebanyak 80 seat. Sementara ada 64 seat ikhususkan untuk difabel. Menurut Jonan, KA Jayabaya ini miliki waktu tempuh lebih singkat karena melalui menggunakan jalur lintas utara alias jalur ganda (double track). KA Jayabaya memiliki sekali jadwal keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 12.15 WIB dan tiba di Malang 02.00 WIB dini hari. Sementara dari Malang keberangkatan 10.45 dan diperkirakan tiba di Jakarta pukul 00.23 dini hari. Untuk soal tarif, menurut dia, berbeda dibandingkan kereta ekonomi lain. Sebab, kereta Jayabaya tidak diberi subsidi atau tanpa public Service obligation (PSO). “Karena itu, harganya cukup tinggi. PT KAI mematok tarif batas atas Rp 400.000 dan batas bawah Rp 190.000.” timpal dia.

 

Pada tiga hari pertama sejak diresmikan. terhitung tanggai 18 hingga 20 Oktober 2014, PT KAI akan memberlakukan tarif promo 50 persen. KA Jayabaya nantinya akan berhenti atau singgah pada 12 stasiun. Antara lain, Malang, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Bojonegoro, Cepu, Randublatung, Ngrombo, Semarang Tawang, Pekalongan, Tegal, Cirebon dan Pasar Senen. Salah seorang penumpang perdana KA Jayabaya, Tari sudah tidak asing dengan pemandangan jalur Jakarta ke Malang. Hampir setiap 2 bulan sekali, dirinya selalu mengunjungi saudaranva di Malang. Menurutnya, sosialisasi KA Jayabaya sangat singkat. PT KAI mengkampanyekan KA Jayabaya sejak sepekan lalu. Tapi selama tiga hari kedepan. tiket KA Jayabaya sudah ludes terjual. “Saya tahu dari internet. Saya langsung membelinya,” katanya. Direktur Utama INKA Agus Pumomo mengatakan, pengadaan KA ke depan diprioritaskan sebanyak 60 persen untuk kelas ekonomi AC dan 40 persen untuk kelas eksekutif. ■ KPJ