Menteri Dari PKB Ditegur Paspampres - Maaf Pak, Merokok Dilarang Di Istana

Media : RAKYAT MERDEKA | Wartawan : usu | Selasa, 28 Oktober 2014  | 12:03 WIB

ADA peristiwa tak biasa usai Presiden Jokowi dan para menteri berfoto bersama di Istana Merdeka. Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri kena tegur Paspampres karena merokok. Sehari sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga terlihat ngebul di Istana. Begini ceritanya. Usai sesi foto kabinet, Hanif bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar ikut berbaur dengan para jurnalis yang sedang duduk-duduk di depan Masjid Baiturrahim, yang terletak di samping barat Istana Merdeka. Capek berdiri, dua menteri asal PKB ini pun ikutan duduk bersama wartawan. “Betis pegel,” ucap Hanif sambil menyandarkan pantatnya di trotoar jalan yang menjadi pembatas masjid dengan Istana Merdeka. Sambil ngobrol, keduanya mengeluarkan rokok dan menyulutnya. “Kalau sambil duduk nggak kelihatan,” cetus Hanif. Keduanya lalu asyik ngobrol dengan wartawan sambil sibuk menjadi juru hisap.

 

Tidak lama kemudian, Jafar dijemput putra dan istrinya yang mengajak makan. Sedangkan Hanif terus melanjutkan obrolannya. Saat asyik mengisap rokok, tiba-tiba seorang Paspampres menghampiri. “Maaf Pak, rokoknya dimatikan,” pintanya, tegas. Ditegur seperti ini, Hanif langsung mematikan rokoknya. “Siap Pak,” jawabnya sambil menggosokkan puntung rokok ke batu trotoar. Paspampres tersebut rupanya tidak tahu yang ditegurnya adalah menteri. Bisa jadi mereka belum hapal satu persatu wajah para menteri yang baru saja dilantik. Karena itu, seorang wartawan kemudian nyeletuk, “Wah, ini Pak Menteri lho.". Mendengar ini, anggota Paspampres ini langsung terlihat salah tingkah. “Oh Pak Menteri. Maaf ya Pak,” ucapnya sambil senyum kikuk. “Nggak apa-apa, nggak apa-apa,” jawab Hanif santai.

 

Hanif sempat meminta peristiwa itu tidak usah diberitakan. Namun di media-media online pemberitaan cukup ramai, dan namanya disebut langsung. Sehari sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga terlihat ngebul di Istana. Hal ini dilakukan Susi usai pengumuman kabinet yang dilakukan Presiden Jokowi di halaman belakang Istana Merdeka. Sambil ngedeprok di halaman dan diwawancarai wartawan, Susi asyik memegang rokok yang sudah menyala Susi sempat meminta aktivitas merokoknya ini tidak diberitakan, namun foto-fotonya sudah beredar luas di dunia maya. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh menyesalkan aktivitas merokok para menteri di lingkungan Istana. Menurutnya, jika mengacu Peraturan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 188/Menkes/ PB/I/2011 dan Nomor 7 tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), lingkungan Istana Negara adalah bagian dari perkantoran/tempat kerja.

 

Dalam Pasal 3 Peraturan Bersama itu, KTR meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutam umum, tempat kerja, tempat umum, dan tempat lainnya yang ditetapkan. “Artinya, merokok di kantor, apalagi dilakukan pejabat publik itu tidak menunjukkan kepatuhan terhadap hukum,” tegasnya. Padahal, pejabat publik dituntut memberi keteladanan dan kepatuhan terhadap hukum. Dari sisi etika, pejabat publik apalagi menteri, harus memberikan contoh yang baik bagi seluruh masyarakat. “Merokok di depan umum tentu tidak dibenarkan secara etika karena ini terkait buruknya keteladanan kepada anak,” kritiknya. ■ usu